URGENSI PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA INDONESIA TERHADAP TINDAK PIDANA MUTILASI STUDI KASUS MOJOKERTO DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.55551/jip.v6i2.598Kata Kunci:
Hukum Pidana; Kriminologi; Mutilasi; Tindak Pidana.Abstrak
Fenomena mutilasi sebagai salah satu bentuk kejahatan yang tergolong sadis dan kejam yang menimbulkan keresahan serius di masyarakat serta menantang sistem hukum pidana Indonesia dalam memberikan perlindungan dan keadilan. Kasus-kasus mutilasi yang marak terjadi memperlihatkan adanya celah dalam pengaturan hukum pidana yang belum secara spesifik mengantisipasi dan menanggulangi perbuatan tersebut. Dalam konteks ini, urgensi pembaharuan hukum pidana menjadi krusial agar dapat merespons dinamika kejahatan mutilasi yang semakin bervariatif sekaligus menegakkan rasa keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan perspektif kriminologi yakni menganalisis tindak pidana mutilasi tidak hanya dari aspek normatif hukum tetapi juga dari dimensi penyebab, motif, serta dampak sosial yang ditimbulkannya. Tujuan penelitian adalah untuk menunjukkan kelemahan regulasi pidana saat ini, menelaah faktor-faktor kriminologi yang melatarbelakangi pelaku mutilasi, serta menawarkan urgensi pembaharuan hukum pidana yang lebih responsif dan humanis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiadaan pengaturan yang komprehensif mengenai mutilasi berdampak pada lemahnya efek jera dan ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, pembaharuan hukum pidana Indonesia diperlukan dengan memasukkan pengaturan spesifik terkait mutilasi, mempertimbangkan pendekatan kriminologi dalam pemidanaan, serta memperkuat kebijakan kriminal yang berpihak pada korban sekaligus masyarakat luas.
Referensi
Ahmad, Zulkifli Ismail, and Melanie Pita Lestari, ‘Tindak Pidana Pembunuhan Dengan Mutilasi Dalam Hukum Pidana Di Indonesia’, Krtha Bhayangkara, 16.2 (2022), 429–44 <https://doi.org/10.31599/krtha.v16i2.1612>
Albar, Ahmad, Yamin Lubis, and Muhammad Arif Sahlepi, ‘ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DISERTAI DENGAN MUTILASI DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI (Studi Putusan Nomor 535/Pid.B/2019/PN.Mlg)’, Jurnal Ilmiah METADATA, 4.2 (2022), 389–409 <https://doi.org/10.47652/metadata.v4i2.192>
Anak, Undang-undang Perlindungan, ‘Urgensi Pengaturan Tindak Pidana Di Luar KUHP Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia’, 3.1 (2025), 608–14
Area, Universitas Medan, ‘TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA ( STUDI POLSEK SARIBUDOLOK ) SKRIPSI OLEH : VERANIKA SARAGIH PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA ( STUDI POLSEK SARIBUDOLOK ) SKRIPSI Diajukan Sebagai S’, 2024
Bari, Fathol, ‘Tindak Pidana Mutilasi Dalam Perspektif Hukum, Kriminologi Dan Viktimologi’, Negara Dan Keadilan, 9.2 (2020), 117 <https://doi.org/10.33474/hukum.v9i2.7388>
Belakang, Latar, ‘Teori Kriminologi Post-Modern’, 2010, 2–3
Budianto, Eko, ‘Pertimbangan Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana Ke Alvi’, Detik.Com, 2025
———, ‘Sadisnya Pemutilasi Wanita Di Mojokerto, Tulang-Gigi Korban Ditemukan Di Kos’, Detik.Com, 2025
Camelia, Marcella, Putri Dolok, and Hudi Yusuf, ‘Tinjauan Putusan Pengadilan Terhadap Tindak Pidana Orang Tua Penganiaya Anak Tiri Hingga Tewas ( Studi Kasus Di Medan )’, 3.2 (2025), 848–58
Cornford, Andrew, ‘The Aims and Functions of Criminal Law’, 87 (2024), 398–429 <https://doi.org/10.1111/1468-2230.12846>
Fadil, Imran, ‘Mutilasi Dalam Perspektif Kriminologi: Tinjauan Teoretis Lima Kasus Mutilasi Di Jakarta’ (Yayasan Pustaka Obor Indonesia Anggota IKAPI DKI Jakarta, 2015), p. 18
Heizar, Eiben, ‘Menurut Hasil Riset Terdapat 4 Jenis Mutilasi’, Tempo.Co, 2024
Hukum, Perspektif, and D A N Kriminologi, ‘TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DENGAN CARA MEMOTONG-MOTONG MAYAT KORBAN DALAM’, 10, 52–63
Hukum, Prodi, and Fakultas Ilmu, ‘HUKMY : Jurnal Hukum Volume 2, No. 1, April 2022’, 2.1 (2022), 101–13
‘Jerat Pasal Pembunuhan Mutilasi Dalam KUHP’, Https://Jdih.Sukoharjokab.Go.Id <https://jdih.sukoharjokab.go.id/berita/detail/jerat-pasal-pembunuhan-mutilasi-dalam-kuhp>
Juniana, Hana, Fakultas Hukum, and Universitas Primagraha, ‘Disparity Of Punishment Against Perpretators Of Planning Murder With Mutilation ( Case Study Decision Number 1036 / Pid . B / 2008 / PN . DPK and 44 / Pid . B / 2014 / PN . SRP )’, 3.1036 (2024), 31–40
Listiawati, Nora, ‘Mutilasi’, Https://Pid.Kepri.Polri.Go.Id/, 2024
Mubarok, Tamam, ‘Potong Korbannya Jadi 554 Bagian, Pelaku Mutilasi Di Mojokerto Mengalami Kondisi Psikologi Anomi Dehumanisasi’, Metrotvnews.Com, 2025
Nugraha, Raihan, ‘Jerat Pidana Pelaku Mutilasi Dan Pemerkosa Mayat’, Hukumonline.Com, 2024
Rosana, Annisa Suci, and Shania Rahma Danty, ‘Urgensi Pembentukan Undang-Undang Mutilasi Sebagai Bentuk Penanganan Kasus Kejahatan Mutilasi Di Indonesia’, 23.2016 (2022), 1–11 <https://doi.org/10.18196/ijclc.v3i1.12357>
Samsuri, ‘Rekonstruksi Regulasi Justice Collaborator Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia Yang Berbasis Nilai Keadialan’, 2023, 5–7
Siregar, Lis Yulianti Syafrida, ‘Penyimpangan Perilaku Seksual Terhadap Tindak Pidana Mutilasi; Suatu Tinjauan Psikologi Kriminal’, Jurnal El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 6 (2020), 273–85
Ujang, Ibrahim B I N, Sopyan Bin, Abdul Manap, Muhammad Dani, and B I N Abdul, ‘Hal. 1 Dari 7 Hal. Put. No. 108PK/Pid/2007’, 108, 2007, 1–7






